|
Analisa awal :
Proses Recovery :
Backup Data :
Apabila butuh recovery data dari kasus serupa, bisa hubungi kami untuk konsultasi awal via whatsapp atau telpon ke 08118160408; atau email [email protected]
0 Comments
Gejala umum kerusakan pada harddisk ini adalah tidak terbaca volume atau disk drive saat dicolok, namun harddisk masih berputar normal. Artinya tidak ada suara yang abnormal seperti clicking atau bunyi tit-tit yang biasa ditemukan pada harddisk rusak. Jenis harddisk external merk TOSHIBA beberapa tahun terakhir sudah menggunakan USB port atau sambungan USB yang menempel langsung di PCB (elektronik baord) seperti di gambar sebelah, sehingga untuk pengecekan dan pengerjaan kami perlu lakukan penggantian elektronic board dengan SATA compatible sehingga bisa dianalisa lebih lanjut menggunakan sistem kami (ataupun bisa ditest dengan device seperti USB docking yang menggunakan SATA). Kerusakan seperti ini walaupun tidak terlihat parah namun sebenarnya ada kerusakan di bagian komponen dalam, sehingga kerusakan ini bukan sesuatu yang bisa diselesaikan dengan cara "logical" atau menggunakan "software" saja. Beberapa jenis kerusakan yang terjadi pada harddisk ini antara lain kerusakan firmware dan kerusakan fisik: A. Kerusakan Firmware Module atau firmware media yang berisikan list badsector sudah penuh sehingga data tidak dapat diakses secara normal. Umum di harddisk yang sudah lama digunakan (biasanya diatas 3-4 tahun) sehingga komponen mengalami "Wear & tear". Seperti yang dijelaskan sebelumnya, tidak ada suara aneh saat dinyalakan namun data tidak bisa diakses karena kerusakan firmware ini. Kami perlu mengerjakan menggunakan software hardware tools untuk dapat meng-akses data dengan kerusakan seperti ini. B. Kerusakan Hardware Komponen Kerusakan komponen yang paling sering terjadi adalah alat pembaca (headstack) yang melemah atau rusak sebagian. Contohnya pada Harddisk Model MQ01UBD100 (versi tebal 9mm yang lebih lama diproduksi), menggunakan konfigurasi 2 piringan dan 4 alat pembaca (masing-masing piringan 2 alat baca, atas dan bawah); dan salah 1 atau 2 dari pembaca ini sudah lemah dan tidak dapat membaca data di piringan, namun pembaca yang lain masih bisa. Sehingga apabila kami hanya recover data dari pembaca yang masih normal, data yang direcovery hanya sebagian dan ada kemungkinan besar struktur datanya rusak (struktur data folder dan files). Jadi kemungkinan data yang direcover bersifat "RAW" atau hanya berdasarkan jenis/tipe file dan tidak sesuai struktur datanya (berantakan). Solusi terbaik adalah untuk mengganti keseluruhan headstack dari donor disk yang kompatibel sehingga seluruh bagian piringan media dapat terbaca dengan maksimal. Dengan pengerjaan seperti ini, tetap ada kemungkinan data tidak bisa direcover semua (tidak 100% namun bisa mendekati 95-99%+ apabila tidak ada kerusakan di media). Kami dapat membantu anda apabila butuh untuk recovery data dari kasus seperti ini. KESIMPULAN
Hubungi kami untuk info lebih lanjut untuk recovery data Hard Disk. Seringkali saat harddisk mengalami kendala seperti proses baca file yang semakin lambat, crash/freeze (tidak responsif) saat menyalakan program atau membuka file tertentu, dan bahkan partisi yang tiba-tiba menjadi "raw" atau "unallocated", user berasumsi ini adalah kendala yang disebut "badsector". Analisa ini sudah cukup tepat, karena harddisk memang coba mengakses bagian-bagian data yang ternyata mengalami kerusakan atau "bad" sehingga menyebabkan sistem seperti Windows menjadi lambat dan tidak responsif. Namun, bisa juga harddisk mengalami kerusakan yang lain seperti kerusakan komponen pembaca ataupun firmware failure. Dalam kasus ini, kesalahan terbesar user adalah dengan langsung mencoba scanning data yang hilang menggunakan berbagai macam software aplikasi. Misalnya ada aplikasi R-Studio untuk mencari partisi atau volume NTFS yang hilang karena disk tiba-tiba menjadi kosong atau "RAW". Isunya adalah software scanning seperti ini berasumsi bahwa harddisk yang dilakukan pengecekan adalah harddisk yang masih normal atau memiliki performa yang baik, sehingga dilakukan operation read/write yang cukup intensif saat mencari data-data yang hilang tersebut, padahal harddisk mungkin sedang dalam posisi yang "degraded" atau sudah hampir rusak. Kesehatan disk bisa juga di cek dengan berbagai aplikasi SMART MONITORING yang tersedia walaupun SMART juga tidak bisa menganalisa kerusakan fisik secara tepat/akurat. Harddisk yang degraded atau hampir rusak ini bisa jadi menjadi tidak terbaca sama sekali saat proses "scanning" di bagian tertentu, misalnya masih 20%-30% namun seperti tidak berjalan (tidak ada proses) bahkan setelah ditinggal seharian. Hal ini menjelaskan kondisi harddisk yang semakin memburuk dan dapat mengakibatkan data rusak total (non-recoverable) atau biaya recovery yang jauh lebih mahal karena tingkat kerusakan yang lebih parah. Solusi awal recovery data pada kerusakan apapun adalah untuk segera melakukan disk image atau Disk cloning pada harddisk tersebut. Ada banyak aplikasi untuk disk imaging yang pada umumnya di design untuk harddisk yang masih normal (healthy/sehat) dan bahkan untuk yang mengalami kerusakan ringan, seperti:
Namun untuk kerusakan yang lebih berat, mungkin aplikasi software saja tidak cukup untuk disk imaging/cloning. Proses ini perlu dilakukan dengan imager yang bersifat hardware-software. Salah satu imager yang kami gunakan adalah DDI Imager yang dapat di konfigurasi lebih dalam untuk berbagai kerusakan seperti pengaturan soft/hard reset, power on/off, timeout, read method, dan lainnya; sehingga memaksimalkan proses recovery data pada harddisk.
Apabila anda mengalami kerusakan atau kendala pada harddisk walaupun terlihat "ringan" seperti partisi hilang atau "RAW/Unallocated", harap tidak segera melakukan SCANNING data dengan berbagai software karena akan mengakibatkan kerusakan fisik lebih lanjut apabila disk tersebut memang sudah dalam posisi yang tidak optimal (atau "degraded"). Hubungi kami untuk melakukan pengecekan awal gratis dan kami dapat membantu anda untuk proses recovery data menggunakan tools yang tepat agar data anda dapat diselamatkan seluruhnya. Seagate slim harddisk adalah salah satu disk yang paling banyak ditemukan pada laptop maupun external disk case. Keunggulannya dari dimensi ukuran yang tipis (tebal 7mm) cocok untuk laptop ringan sebagai secondary storage, dan juga biaya yang relatif murah. Hard disk ini banyak ditemukan di external harddisk seperti Seagate Expansion ataupun Backup plus/slim series. Gejala masalah pada disk ini yang paling banyak ditemukan adalah :
Penyebab kerusakan diatas dapat di estimasi sebagai berikut:
Pada kasus nomor 2 dan 3, kemungkinan recovery data saat ini masih dibilang kecil, disebabkan karena butuh pembongkaran bagian dalam dan perbaikan atau penggantian parts internal. Berhubung disk seri ini juga cukup sensitif terhadap benturan, maka pada kasus diatas kemungkinan ada kerusakan fisik kpada media (platter) tempat penyimpanan data. Pada gambar diatas dapat dilihat bahwa cover atas harddisk hanya menutupi sebagian besar komponen internal (tidak sepenuhnya). Cover atasnya sendiri dapat dikatakan lebih tipis dibandingkan seri harddisk yang lebih tebal (9mm), sehingga lebih rentan rusak akibat goncangan/benturan. Untuk seluruh kasus diatas, kami anjurkan anda untuk segera mematikan harddisk (tidak dicolok/dinyalakan) dan tidak dicoba scan dengan software (khusus pada disk yang masih terdeteksi sebagai "RAW" atau "Not initialized" pada Disk management), karena akan merusak alat pembaca yang sudah dalam posisi lemah (degraded). Hubungi kami untuk pengecekan/evaluasi awal gratis apabila anda membutuhkan jasa recovery/penyelamatan data pada harddisk seri ini. Apabila anda di Jakarta, bisa langsung bawa harddisk ke lokasi kami sesuai google maps "lumina data recovery". Gejala kerusakan yang paling sering ditemukan pada harddisk merk WD khususnya model external USB Seperti WD My passport, WD Elements adalah kerusakan yang bersifat "internal" atau ada bagian dalam baik itu komponen pembaca ataupun media dan service area (firmware) yang rusak atau bermasalah.
Dalam penggunaannya, yang sering ditemukan oleh pengguna adalah :
Gejala diatas adalah kemungkinan kerusakan yang bersifat INTERNAL ataupun HARDWARE, dan bukan kerusakan SOFTWARE. Lalu bagaimana solusinya apabila mengalami kendala seperti diatas? Untuk gejala ringan ataupun tidak terlalu parah dengan kondisi Hard Disk atau Volume masih terdeteksi dengan benar di Disk Management/My Computer (dengan kapasitas yang benar dan "used space" yang benar), beberapa hal yang dapat dicoba sebagai berikut:
Apabila saat mencoba pengerjaan diatas mengalami kendala seperti crash, lambat saat proses, ataupun "disk not responding"/"IO error" berlebihan, ini adalah tanda harddisk yang sudah semakin rusak/lemah. Apabila data penting, kami sarankan untuk stop mencoba-coba/mengutak-atik dan bisa kami bantu untuk recovery. Syarat utama adalah untuk tidak menyalakan lagi harddisk tersebut dan tidak membuka/membongkar harddisk dan mengganti PCB/electronic board harddisk dengan model yang sejenis/sama. Info lebih lanjut untuk recovery data harddisk di Jakarta. |
AuthorLumina Data Archives
July 2026
Categories |

RSS Feed